Showing posts with label fitrah. Show all posts
Showing posts with label fitrah. Show all posts

Thursday, 15 November 2012

Pendidikan Fitrah Untuk Anak Usia Dini.


Hampir ada disetiap kepla org2, baik yg terdidik, maupun yg sdg tolab. Ini lah akibat dr cara2/praktek pend formal sudah diadopt mentah2 dan yg kemudian mendarah daging...disangkanya mendidik itu hanya dgn cara verbal/lisan/kata2, spt ngajar anak2 sd/smp/sma/pt...Masa usia dini memiliki dimensi tersendiri yg menuntut cara tersendiri yg hrs diberikan oleh org dewasa. Usia dini memiliki potensi yg luar biasa, makanya disebut golden age...Potensinya itu adalah kekuatan mengingat konsep, sikap/ perilaku, tindakan dan keunggulan dalam meniru apa yg telah menjadi bagian dr pengalaman yg didapat pancaindranya. Jadi pada masa anak usia dini, orang tua; Ayah, ibu, kakak, atau tante, nenek/kakek yg srg berinterkasi dgnnya cukup

TESIS dan ANTI TESIS KEBENARAN MANUSIA


Tesis
premis mayor: manusia mahluk subyektif
premis minor: otak/akal/pikiran bagian dari manusia
premis minor: panca indra adalah bagian dr manusia.
Silogismanya: sesuatu yang dihasilkan akal dan atau pancaindra manusia adalah subyektif...

Anti tesis
Premis mayor : manusia mahluk fitrah.
Premis minor : otak/akal/pikiran bagian dari manusia
Premis minor : panca indra adalah bagian dari manusia
Silogismenya : Sesuatu yang dihasilkan akal dan atau pancaindra manusia adalah Fitrah.

Kemungkinan besar manusia tidak akan tahu dan paham akan kebenaran, namun ia MERASAKAN kebenaran...
Manusia tidak tahu dan paham keadilan, tetapi manusia MERASAKAN rasa keadilan...
Selama manusia membutuhkan barang

Pendidikan Yang Berbasis Kefitrahan.


Fenomena rasa rindu, sayang, merasa hangat,merasa tenang, merasa aman dan nyaman yang timbul di diri seorang anak kaitan dgn orang tuanya, ketika sedang jauh secara fisik dan ketika berada dekat dgnnya berasal dan sebagai efek dari keikhlasan/ketulusan sikap dan tindak orang tua pada anaknya.
Keikhlasan niat, sikap dan tindak orang tua pada anaknya tersebut, merupakan sikap fitrah/alami yang timbul dari qalbunya (satu2nya entitas sumber fitrah manusia) dengan tanpa sedikitpun terselip maksud2 yg transaksional (maksud pamrih) sebagai bentuk maksud artifisial yang menjadi ciri khas kerja akal sbg perangkat untuk mempertahankan hidup keduniawian materi yg fana belaka.

Kondisi perlakukan orang tua pada anaknya ini, adalah kondisi yang sering

Dari Kehidupan Fitrah Menuju ke Kehidupan Artifisial (semu) dan Kembali Ke Kehidupan Fitrah


Manusia lahir fitrah, karena adanya kasih sayang yang mendasari ikatan hubungan diantara kedua orang tuanya, dan kemudian atas dasar kasih sayang itu, anak menjadi terlindungi keamananannya, kesehatannya, dan tercukupi kebutuhan fisiologis dan psikologisnya sehingga ia menjadi bekal sbg manusia yg eksis di tengah kehidupan masyarakatnya...
Kasih sayang sbg entitas fitrah yang manifes dan terimplementasikan dalam kehidupan keluarga menjadi metode atau mekanisme alami yang mendasar penyebab seseorang bisa bertahan dan melangsungkan hajat hidupnya.

Masyarakat yang sudah ada sewaktu seseorang dilahirkan, keberadaannya juga karena mekanisme kasih sayang tanpa pamrih dari keluarga keluarga pembentuknya ( masyarakat terbentuk dari keluarga2).
Dengan fungsi kasih sayang yang ada dalam masyarakat kehidupan seseorang menjadi tercukupi kebutuhan hidup lainnya.

Rasional Empiris VS Pikiran Murni


argumen yg mengalir dari implementasi akal pikiran manusia secara apriori maupun aposteriori akan sangat mungkin bisa dipatahkan dengan argumen lainya yg lahir melalui mekanisme serupa. Hal ini sbg konsekwensi dari ilmu sosial yg menempatkan manusia mahluk subyektif ditempatkan sbg obyek pengkajiannya (subyek yg punya kehendak sendiri scr subyektif mengkaji subyek yg juga memiliki kehendak subyektifnya/subyek mempelajari subyek).

Ijtihaj Sebagai Cara Menemukan Realitas Kebenaran Hakiki yg Representatif di Setiap Jaman.


Kalau memang dunia ini fitrah karena diyakini diciptakan oleh yg Maha fitrah...Mungkinkah realitas kebenaran hakiki bisa ditemukan oleh org2 yg menolak prinsip2 kefitrahan krn hanya menerima potensi akli dgn menolak potensi naqli yg berakibat dlm proses pencariannya pun di tempuh dgn cara2 yg tidak fitrah....?
Silogismenya...
Jika realitas dunia dibentuk dari fenomena keseimbangan realitas yg terlihat berlawanan, dan ijtihaj merupakan hasil proses akomodasi potensi akli dan naqli sbg hal yg dianggap terlihat berlawanan scr seimbang, maka pencarian kebenaran realitas hakiki hanya bisa ditemukan melalui proses ijtihaj....
bukan dgn metodologi science yang hanya mengandalkan potensi akli dan pancaindra belaka.
Dengan demikian kita bisa menerima bahwa

Struktur Sosial Dehumanistik Smakin Memperlebar Jurang Kemisikinan


Selama cara pandang manusia thd kehidupan semata mata brangkat dr konstruk pemikiran yg dibangun oleh positivistik yg sarat kepada pemujaan realitas empirik (sbg contoh: ilmu sosial yg menempatkan manusia sbg obyek penelitiannya memakai metodologi ilmu alam fisik materi. hal ini mengindikasikan manusia diidentikan dgn benda alam fisik materi. Maka ... Lihat Selengkapnyadlm hal ini saja tlah terjadi dehumanisasi). Shg Selama itu pula manusia akan menempatkan nilai kemanusiaan selalu di bawah nilai materi, maka kemiskinan yg memang tdk akan bisa dihapuskan dimuka bumi ini (krn pembanding/pemberi makna bagi konsep kaya), tdk saja hanya berarti menunjuk pd minimnya nilai ekonomi yg dimiliki sesorang ttp juga sudah merupakan pengertian dari akumulasi direndahkannya