Showing posts with label kebenaran. Show all posts
Showing posts with label kebenaran. Show all posts

Thursday, 15 November 2012

MEMAKNAI KEFITRAHAN MANUSIA


Merujuk pada keterangan kitab suci, ruh adalah dzat yg hidup diberbagai alam (alam ruh, alam rahim, alam ahirat). Ketika ruh masih di alam ruh, ia sudah berjanji dihadapan Tuhannya bahwa Allah adalah Tuhannya dan Tuhan dari segala mahluk.
Dengan peristiwa perjanjian primordial ruh dangan Tuhannya, bisa ditafsirkan sebagai hubungan yang intimasi, dimana ruh memiliki kedekatan dengan Tuhannya, dan hal ini berimplikasi menghasilkan persepsi bahwa Ruh merupakan sesuatu yang istimewa dan di istimewakan Allah. Persepsi lain yang bisa timbul dari kedekatan antara ruh dan Tuhannya adalah bahwa ruh itu suci sehingga bisa berhadapan langsung dengan Tuhan yang maha suci. Kesucian dan keistimewaan ruh terlihat juga dari rujukan keterangan pada peristiwa penyatuan ruh pada raga manusia, dimana ruh dihembuskan langsung oleh Allah, disamping keterangan lainnya yang lebih memperkuat bahwa hanya Allah lah yang mengetahui alam ruh.

Maka bisa dimengerti dan diimani bila ruh, sebagaimana keterangan kitab suci hanya sedikit diketahui manusia.

Invisible Hand


Berapa juta orang diseluruh dunia yg merasa disakiti hatinya dgn teramat sangat oleh orang lain, dan karena rasa sakit hatinya yg luar biasa itu mereka ingin membalas sakit hatinya dgn cara membunuh orang yg telah menyakitinya. Mereka telah meniatkannya, memikirkan strateginya....Tetapi mungkin hanya sedikit skali dari jutaan rencana angkara murka tersebut yg terealisasi, yg justru kebanyakannya yg terbunuh itu karena tidak direncanakan ...

Mungkin hampir setiap orang di dunia ingin mendapatkan kekayaan melimpah, dan mungkin kebanyakan diantaranya ingin mendapatkannya dengan cara melawan hukum....Tetapi yakin bahwa jumlah orang yg melaksanakan kejahatan itu dalam realisasinya sangat sedikit. Dan dari jumlah pelaksana kejahatan itu yg berhasil menikmati hasilnya jumlahnya jauh lebih sedikit di banding dgn kebanyakan yang mendapatkan kenyataan yg sebaliknya, yaitu penjara...

Pada hakekatnya orang selalu menginginkan

Ijtihaj Sebagai Cara Menemukan Realitas Kebenaran Hakiki yg Representatif di Setiap Jaman.


Kalau memang dunia ini fitrah karena diyakini diciptakan oleh yg Maha fitrah...Mungkinkah realitas kebenaran hakiki bisa ditemukan oleh org2 yg menolak prinsip2 kefitrahan krn hanya menerima potensi akli dgn menolak potensi naqli yg berakibat dlm proses pencariannya pun di tempuh dgn cara2 yg tidak fitrah....?
Silogismenya...
Jika realitas dunia dibentuk dari fenomena keseimbangan realitas yg terlihat berlawanan, dan ijtihaj merupakan hasil proses akomodasi potensi akli dan naqli sbg hal yg dianggap terlihat berlawanan scr seimbang, maka pencarian kebenaran realitas hakiki hanya bisa ditemukan melalui proses ijtihaj....
bukan dgn metodologi science yang hanya mengandalkan potensi akli dan pancaindra belaka.
Dengan demikian kita bisa menerima bahwa