Dalam era kehidupan milenium sekarang, ilmu semakin bertambah
banyak, mungkin karena sebagai kondisi penyerta dari realitas kehidupan
sosial manusia yg semakin kompleks dan terspesialisasinya keahlian yg
bisa jadi akibat dari implementasi tuntutan kebutuhan manusia yg konon
tidak terbatas selama hidupnya.
Dalam pengertian ini juga
mengandung makna rujukan lain bahwa relitas dunia dicabik cabik pendjadi
sepihan sepihan kecil atau menjadi kapling kapling , demi untuk mencari
eksistensi keilmuan kumaha aing, yg berujung pada kepemilikan hak paten
sebagai kemasan yg cukup cerdik untuk menyembunyikan maksud2
kepemilikan materi sbgai ujung dari segala maksud dan aktivitasnya.
Namun
walaupun demikian, ilmu yg bak jamur di musim hujan sekarang ini bisa
dikelompokan menjadi dua katagori, (1). ilmu fitrah, (2) ilmu
artifisial.
Ilmu fitrah adalah ilmu yg lahir dari wahyu tertulis
Showing posts with label artificial. Show all posts
Showing posts with label artificial. Show all posts
Thursday, 15 November 2012
Ijtihaj Sebagai Cara Menemukan Realitas Kebenaran Hakiki yg Representatif di Setiap Jaman.
Kalau memang dunia ini fitrah karena diyakini diciptakan oleh yg Maha fitrah...Mungkinkah realitas kebenaran hakiki bisa ditemukan oleh org2 yg menolak prinsip2 kefitrahan krn hanya menerima potensi akli dgn menolak potensi naqli yg berakibat dlm proses pencariannya pun di tempuh dgn cara2 yg tidak fitrah....?
Silogismenya...
Jika realitas dunia dibentuk dari fenomena keseimbangan realitas yg terlihat berlawanan, dan ijtihaj merupakan hasil proses akomodasi potensi akli dan naqli sbg hal yg dianggap terlihat berlawanan scr seimbang, maka pencarian kebenaran realitas hakiki hanya bisa ditemukan melalui proses ijtihaj....
bukan dgn metodologi science yang hanya mengandalkan potensi akli dan pancaindra belaka.
Dengan demikian kita bisa menerima bahwa
Labels:
artificial,
filosofi,
fitrah,
hakiki,
kebenaran,
metodologi,
potensi,
realitas
Subscribe to:
Posts (Atom)