Setiap
orang sudah tentu dikarunia suatu potensi yang disebut dengan kesetiaan
priomordial. Kesetiaan ini bermula pada status ascribed; status fitrah
yang diberikan secara langsung oleh Tuhan pada individu melalui
lingkungan informal (keluarga) dan nonformal (community/unit sosial
masyarakat setempat). Kesetiaan primordial merupakan status yang
didapat sejak dari lahir. Seperti kesetiaan dan bangga pada spesiesnya,
setia dan bangga pada jenis kelamin yang dimilikinya, kesetiaan dan
rasa bangga pada keluarganya, kesetiaan dan bangga pada agamanya,
kesetiaan dan rasa bangga pada lingkungan alam, community dan budayanya.
Kesetiaan primordial ini lah yang kemudian melahirkan sikap siap
sedia untuk membela yang dibanggakan, dan dianggap penting tersebut.
Seringkali kesetiaan primordial mengatasi atau melampaui akal sehat.
Kesetiaan pada sesuatu yang dibawa sejak lahir ini seolah menjadi harga
mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Ukuran kebenaran logika yang
telah menjadi kebenaran ilmiah sekalipun tidak akan mampu membuat
kesetiaan primordial berubah.