Ketika pancaindra
menangkap dua bayang sejoli tua renta terkulai lemah dilantai kotor
beralas selimut kumal di gubuk kumuh sempit. Dua raga kering kerontang
itu terbujur layu tak berdaya di makan usia, digerogoti penyakit,
didera kepapaan yang teramat sangat dan dicabik cabik keputusasaan
tanpa sedikitpun secercah harapan penghiburan ... Anak tempat bersandar
dari letihnya kehidupan, titian tuk bangkit dari kegetiran, tongkat
penyangga dari kerapuhan nasib, tempat melarikan diri dari kepiluan
hidup; juga tak berdaya dipecundangi kehidupan. Ia tidak lagi menjadi
bilangan penggenap dari kekurangan dan kelemahan, malah ia menjadi
bilangan penyempurna kepedihan.... Rumah2 mewah